TARAWANGSA

  Sampurasun Salam kepada semesta raya Mantra-mantra diucap Malam luruh haribaan pertiwi Lewati waktu lintas batas Cakrawala   Sampurasun Salam kepada leluhur Kejayaan di masa lalu Kejayaan di masa depan Gemah ripah repeh rapih Kertaraharja   Sampurasun Alunan nada Damailah

TENGGELAM

  menyelamimu samudera memahami lekuk ombak menunggang deras arus biru menyelimuti diri matahari di ubun-ubun gelombang datang bertubi-tubi   tenggelam dalam gemuruh jantung berdentang paru-paru berpacu darah berdesakan peluh bercucuran   di manakah pantaimu tempat aku berlabuh terlentang telanjang di

MALAM MENDEKAP GEMINTANG

  kala gelap telah menjadi puisi larik-larik cahaya berlari di langit di antara taburan bintang dan pasir galaksi   kala malam telah menjadi tangan yang melingkar di pinggang pendaran butir-butir gemintang genit mengerjap kerjap lalu di manakah dirimu, diriku  

MENGINGAT MEI

  Mengingat Mei. Satu dari rangkaian kisah-kisah kelam. Telah kukabarkan pada anak-anakku, bahwa saudaramu, kawanmu bahkan dirinya sendiri kelak tiba-tiba bisa menjadi beringas, biadab tanpa rasa perikemanusiaan atas nama sesuatu yang bisa jadi absurd. Lalu kemudian jalan berlenggang sambil tersenyum.