TERLANJUR

  Berdiri menatap langit malam membentang Di bawah kubah lengkung semburat gemintang Memaknai diri sebagai debu tiada terhitung. Setitik hati yang kecil bertanya Bila aku ada siapa yang akan mengira Bila aku tiada siapa juga yang akan menduga Baiklah, semua

BULAN SEPARUH WAJAH

  Malam ini bulan terbelah separuh. Kemarin dia kusapa dari balik tajuk-tajuk kelapa. Kau dua hari lagi akan hilang wajahmu setengah, kataku mengkhawatirkannya. Tenang dan bersabarlah, katanya, aku tak akan lama. Hanya menjalani sebuah siklus yang biasa. Kau akan dapat

MATAMU ADALAH TELAGA

  Matamu adalah telaga Airnya berbinar-binar memantulkan matahari Ada riak-riaknya mengalir ke tepi Di dalam hatiku dia telah sampai   Matamu adalah telaga Yang kabutnya mengandung misteri Berkelebat ia di pagi hari Mengundangku mencari arti   Matamu adalah telaga Yang