TERLANJUR

 

Berdiri menatap langit malam membentang
Di bawah kubah lengkung semburat gemintang
Memaknai diri sebagai debu tiada terhitung.
Setitik hati yang kecil bertanya
Bila aku ada siapa yang akan mengira
Bila aku tiada siapa juga yang akan menduga

Baiklah, semua sudah jadi terlanjur
Meski kelak raga ini kan lebur
Sisakan masa hanya untuk bersyukur

1708 / 5:02
#47

BULAN SEPARUH WAJAH

 

Malam ini bulan terbelah separuh.
Kemarin dia kusapa dari balik tajuk-tajuk kelapa.
Kau dua hari lagi akan hilang wajahmu setengah, kataku mengkhawatirkannya.
Tenang dan bersabarlah, katanya, aku tak akan lama. Hanya menjalani sebuah siklus yang biasa. Kau akan dapat segera memandangiku kembali di kemudian hari.

 

1708

MATAMU ADALAH TELAGA

 

Matamu adalah telaga

Airnya berbinar-binar memantulkan matahari

Ada riak-riaknya mengalir ke tepi

Di dalam hatiku dia telah sampai

 

Matamu adalah telaga

Yang kabutnya mengandung misteri

Berkelebat ia di pagi hari

Mengundangku mencari arti

 

Matamu adalah telaga

Yang kujumpa di tengah perjalanan

Dari hidup yang penuh pertanyaan

Pulang menuju keabadian

 

 

1708

KABAR KEMATIAN

 

Entah kenapa akhir-akhir ini aku begitu kerap mendengar kabar dan melihat kematian. Atau apakah aku memang, secara tanpa sadar, sedang memperhatikan momentum itu ? Terakhir yang kuperhatikan adalah ketika berkunjung ke pemakaman. Kulihat selalu saja ada sebentuk makam baru di sana. Artinya selalu saja ada orang yang baru saja meninggal dunia. Padahal sebelum-sebelumnya sangat jarang menemukan makam baru.

Kematian dalam perspektif agama yang kuimani adalah tahap di mana manusia menuju alam kubur ( barzakh ), menunggu beberapa saat sebelum hari pengadilan untuk menentukan apakah terus ke Neraka atau Surga . Pengadilan atas segala perbuatannya selama hidup. Dalam alam itu diyakini pula ada siksa-siksa kubur yang dilakukan oleh malaikat.

Dalam perspektif pengetahuan dan logikaku, kematian adalah proses leburnya raga ke bumi. Namun masih ada energi yang terus hidup melanglang di alam semesta. Seperti sebuah Bintang yang mati, mati begitu saja atau meledak sebagai Supernova, lalu membentuk energi lain yakni Lubang Hitam. Apakah energi manusia itu menyatu dengan energi-energi alam semesta yang lain atau bagaimana, entahlah.

Hidup dan Mati sesungguhnya adalah sebuah fase yang harus dilalui oleh setiap yang lahir ke alam semesta. Isi alam semesta yang berusia milyaran tahun sudah mengalami itu berkali-kali. Harusnya itu sudah menjadi hal yang biasa terjadi. Namun biar bagaimana kabar kematian itu bagi sebagian besar orang terdengar atau tampak menggetarkan.

 

1707